Yayasan Al Amin

Tunggul Paciran Lamongan

Berita

Jangan sampai ketinggalan berita hangat, terpercaya dan terakurat.

Alhamdulillah satu prestasi lagi dicapai oleh siswa SMA Al Amin.

Satu lagi prestasi membanggakan datang juara 3 kejuaraan futsal tingkat sma sekwbupatrn lamongan gersik, selamat buat SMA Al Amin smoga makin banyak lagi prestasi membanggakan lainnya. Bravo SMA Al Amin.

...

Selengkapnya

LKIR TINGKAT SMA NASIONAL BIDANG KELAUTAN

Alhamdulillah SMA Al Amin Paciran meraih juara harapan2 dalam lomba LKIR Tingkat SMA Nasional di bidang kelautan tentang pembuatan bedak dari cangkang rajungan, berikut abstraknya

PEMANFAATAN LIMBAH CANGKANG RAJUNGAN (PORTUNUS PELAGICUS) DI DESA PACIRAN LAMONGAN SEBAGAI BEDAK TABUR (LOOSE POWDER)

(OLEH: DWI AFIFATUL AZIZAH, JAMALUDDIN AL AFGHONIE, ZANUBA ANGGIE YANTI)

 

ABSTRAK

 

Rajungan (Portunus pelagicus) merupakan salah satu jenis organism laut yang banyak terdapat di perairan Indonesia. Berdasarkan data Departemen Kelautan dan Perikanan (2005), ekspor rajungan beku sebesar 2813,67 ton tanpa kulit (dagingnya saja), dan rajungan tidak beku (bentuk segar maupun dalam kaleng) sebesar 4312,32 ton. Cangkang rajungan merupakan hasil samping dari pengolahan rajungan. Multazam (2002) menyatakan bahwa dalam satu ekor rajungan dengan bobot tubuh berkisar anatara 100-350 g, terdapat cangkang sekitar 51-177 g. Cangkang rajungan yang hanya sebagai limbah ternyata bisa dimanfaatkan sebagai bahan dasar pembuatan kosmetik yang sering dikonsumsi oleh para kaum hawa yaitu pembuatan bedak tabur (Loose Powder). Dengan menggunakan metode eksperimen pengolahan cangkang rajungan diawali dengan mengubahnya menjadi tepung rajungan kemudian tepung rajungan yang banyak mengandung CaCO3 diolah dan dimanfaatkan lebih lanjut menjadi bahan dasar pembuatan bedak tabur (Loose Powder). Hal ini dilakukan untuk mengurangi penumpukan sampah hasil laut sehingga lingkungan laut akan tampak lebih indah dan asri serta variasi kosmetik bisa lebih banyak lagi.

 

 

 

Kata kunci : Portunus pelagicus, pembuatan bedak tabur (Loose Powder), pengurangan penumpukan limbah laut, metode eksperimen.

 

...

Selengkapnya

Drum Corsp Yayasan Al Amin Paciran Raih Juara II APMB Lamongan Festival II 2017

Penampilan Drum Corps Al Amin Tunggul Paciran Lamongan dalam acara APMB Lamongan Open Festival II Tahun 2017.

...

Selengkapnya

Agenda Kegiatan

Agenda-agenda penting bagi warga Al Amin.

Lomba

Bulan Maret innocent persiapan mengikuti lomba Display Drum Band.

...

Selengkapnya

Pengumuman

Pengumuman yang perlu diperhatikan.

Belum ada data.

Galeri Kegiatan

Welcome to our education

Pengasuh yayasan Al Amin Kh. Miftahul Fattah Amin adalah pengasuh yayasan Al Amin.
. . .

Pendiri Yayasan Al Amin

KH. Muhammad Amin Musthofa, atau yang akrab dengan sapaan Mbah Amin atau Mbah Yai Amin, adalah pendiri Pondok Pesantren Al Amin Tunggul, Paciran, Lamongan. Beliau adalah putra ketujuh dari KH. Musthofa (Kranji). Pondok pesantren yang dulunya bernama Madrasatul Islam wal Iman ini didirikan pada tahun 1936. Pada saat kemerdekaan, santri di madrasah tersebut membludak, hingga mencapai seribuan dari berbagai penjuru Nusantara. Belajar berbagai macam keilmuan; tafsir, hadis, fikih, dll. Mbah Amin adalah sosok muda yang kharismatik dan berjiwa pemberani. Seorang pahlawan kemerdekaan yang gugur pada Agresi Belanda Militer kedua, tahun 1949: berumur 35 tahun. Pada waktu itu, Mbah Amin menjadi pimpinan pasukan hisbullah kawasan pantura, Karisidenan Bojonegoro.
Sedikit riwayat tentang kehebatan hafalannya : Mbah Amin hafal Alfiyah dalam jangka waktu satu hari. Pada waktu itu Mbah Musthofa ngendikan kepada Mbah Amin, "Kowe anakku tenanan nek iso apal Alfiyah sedino" (Kamu benar-benar anakku kalau kamu dapat menghafal Alfiyah dalam waktu satu hari). Dan bukan main, berangkat dari ngendikan Mbah Musthofa tersebut, Mbah Amin mampu menghafal Alfiyah dalam waktu satu hari. Subhanallah.
Pada saat berumur dua puluhan (di atas 22 tahun), Mbah Amin sowan ke Mbah Munawwar Sidayu ingin menghafalkan al-Quran. Mbah Munawwar merupakan salah satu yang memiliki sanad hafalan di Indonesia, selain Mbah Munawwir Krapyak. Mbah Amin meminta waktu satu bulan kepada Mbah Munawwar, tapi tidak diizinkan, begitupula dengan waktu 40 hari. Ngendikane Mbah Munawwar, "Awakmu nek apal al-Quran saknisore telung wulan ngko malah kenek penyakit 'ain" (Kalau kamu hafal al-Qur'an sebelum tiga bulan, (khawatirnya) kamu akan terkena penyakit ‘ain). Pada akhirnya Mbah Munawwar memberi waktu Mbah Amin untuk menghafal al-Quran dalam jangka waktu 3 bulan. Dalam 3 bulan itu, Mbah Amin menyelesaikan hafalannya, lancar. Sampai-sampai, putranya Mbah Munawwar (Mbah Munir Munawwar dan Mbah dan Mbah Daud Munawwar) dan putranya Mbah Adelan Aly (Mbah Djabbar Adelan dan Mbah Hamdan Adelan), disuruh untuk setoran hafalan al-Quran ke Mbah Amin. Begitu hebatnya Mbah Amin. Hafalannya kuat dan cermat. Subhanallah.
Allahu Yarham.

-   Kh. Moh. Amin Musthofa


© Hak Cipta 2020 Yayasan Al Amin - Semua hak dilindungi

Dikembangkan oleh : Anggasoft