Profil Yayasan

 

Sejak berdiri pada tahun 1936, sekarang Yayasan Al Amin telah memiliki banyak lembaga yang dinaungi di dalamnya. Yaitu: PAUD, TK, MI, SMP, SMA, Pondok Pesantren dan Madrasah Diniyah Al Amin. Yayasan ini terletak di Desa Tunggul no. 113 rt/rw 001/003 Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Yayasan ini terletak di selatan dan utara Jalan Raya Daendels dan berdekatan dengan laut. 

Dahulu, yayasan ini bernama Madrasah al-Islam wa al-Iman dan baru membuka pembelajaran agama Islam saja, dengan kelas Shifr Ula dan Shifr Tsani. Nama Al Amin digunakan setelah sang pendiri, KH. Muhammad Amin Musthofa, wafat pada tahun 1949. Pengubahan nama ini selain untuk mengenang pendirinya juga untuk tafa’ul kepada sang pendiri pun juga sosok yang diberi gelar Al Amin, Rasulullah saw.

Dalam perkembangannya, Yayasan Al Amin membuka Madrasah Ibtidaiyah pada tahun 1958 yang dipelopori oleh KH. Ahmad Hazim Amin, putra sulung KH. Muhammad Amin. Pada saat itu, MI Al Amin lah Madrasah Ibtidaiyah pertama yang ada di kawasan pantura. Seiring berjalannya waktu juga, Yayasan Al Amin membuka lembaga baru, SMP dan SMA Al Amin serta Madrasah Diniyah. Kesemuanya terakreditasi A.

Sekarang, yayasan ini diasuh oleh KH. Miftahul Fattah Amin, putra keempat KH. Muhammad Amin. Sementara ketua yayasannya adalah putra sulungnya, Dr. Muhmmad Alfatih Suryadilaga, M.Ag.

Berbagai fasilitas dan sarana belajar mengajar di Yayasan Al Amin ini (sangat) memadai. Dengan kuantitas warga sekolah yang berjumlah kurang lebih 500an ini, Yayasan Al Amin memiliki gedung bertingkat tiga dan ada juga gedung bawah tanah. Laboratorium IPA lengkap pun demikian juga dengan laboratorium komputer, yang masing-masing siswa dengan satu komputer. Laboratorium bahasa juga ada sebagai penunjang belajar mengajar bahasa asing di Yayasan Al Amin. Selain itu, lapangan basket, voli, futsal, lompat jauh dan olah raga yang lainnya juga tersedia dengan baik.

Yayasan Al Amin juga memiliki gedung asrama putra dan putri. Beberapa siswa yang sekolah di lembaga formal juga sekaligus menjadi santri di pondok. Yang tak lain mendapat pengawasan langsung dari para ustad/ustadzah, serta tambahan ilmu agama yang tidak didapat di sekolah formal. Adanya asrama atau pondok ini menambah keefektifan dalam belajar dan mengajar, sekaligus untuk menanamkan kebiasaan beribadah dan akhlak yang baik bagi siswa. Selain ditempati oleh para siswa sekolah, juga tersedia tempat bagi mahasiswa tahfizh atau takhassus (santri yang hanya menghafal Alquran tanpa sekolah atau kuliah). Kegiatan tahfizh Alquran ini disetorkan langsung kepada Bapak Pengasuh; KH. Miftahul Fattah Amin.

Dalam sepak terjangnya selama ini, Yayasan Al Amin telah banyak mengukir sejarah, menjuarai berbagai macam lomba, olimpiade ataupun musabaqah. Semua ini tak luput dari bimbingan dan didikan para guru dan pengajar di Yayasan Al Amin sendiri.


© Hak Cipta 2020 Yayasan Al Amin - Semua hak dilindungi

Dikembangkan oleh : Anggasoft